0


Assalamualaikum wr wb - Kepada para pembaca pembahasan kita kali ini sudah memasuki hadits arbain yang ke 8, isi dari pembahasan hadits arbain ke 8 ini menjelaskan tentang memerangi manusia yang tidak melakukan shalat dan tidak mengeluarkan zakat meski rizki yang ia peroleh sudah melebihi dari nishab, oh ia jangan lupa baca juga hadits ke 7 yang membahas tentang Agama adalah nasihat.

Kenapa orang yang meninggalkan shalat dan orang yang tidak mengeluarkan zakat harus diperangi? mari kita bahas sedikit terlebih dahulu tentang meninggalkan shalat dan zakat ini, menurut jumuhur ulama meninggalkan shalat amatlah berbahaya karena sudah berani meninggalkan hal yang telah diwajibkan begitu pula dengan zakat.

Sebagian ulama ada yang beranggapan bahwa orang yang meninggalkan shalat bukanlah orang muslim bahkan para shahabat Rasulullah sekalipun beranggapan hal yang sama, maka dari itu kenapa dalam hadits ini memerintahkan untuk memerangi orang yang tidak shalat dan tidak melakukan zakat karena konsekuensinya sangatlah berat.

Nah berikut ini adalah hadits arbain yang kedelapan yang membahas tentang memerangi manusia yang tidak melakukan shalat dan zakat.

LATINNYA:
ANIBNI UMARO RIDHIALLAAHU`ANHUMAA ANNAROSUULALLAHI SHALALAHUALAIHI WASALAM, QOOLA UMIRTU AN UQOOTILANNAASA HATTA YASY HADUU ALLA ILAAAHA ILLALLAAHU WA ANNA MUHAMMADARROSULULLAAHI WAYUQIIMUUSH SHOLATA WAYUTUZZAKAATA FAIDZAAFA`ALUU SZAALIKA A`SHOLUU MINNI DIMAA AHUM WA AMWALAHUM ILLAA BIHAQQIL ISLAAMI WAHISAABUHUM `ALALLAAHI TA`ALAA. ROWAHULBUKHARIYYU WAMUSLIM.

ARTINYA:
Diriwayatkan dari ibnu umar Radiallahu Anhuma, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga bersaksi (Meyakinkan) orang-orang itu sesungguhnya tiada tuhan yang wajib disembah selain Allah dan sesungguhnya Nabi Muhammad itu utusan Allah, Dan yang mendirikan shalat, dan yang memberikan zakat, maka dimana orang-orang itu sudah melaksanakan semuanya, maka akan terjaga darah-darahnya mereka dan hartanya mereka dariku kecuali dengan hak islam, dan Allah ta’ala yang akan menghisab mereka. Yang meriwayatkan hadits diatas adalah imam Bukhari dan Imam Muslim.

PENJELASAN
Dalam hadits ini walaupun pembahasannya tentang memerangi orang yang tidak shalat dan zakat namun ada banyak sekali kata-kata yang menyangkut kepada hadits lainnya sehinnga hadits ini saling terkait satu sama lain, maka untuk memahaminya bagi orang awam tidak bisa hanya membahas satu hadits ini saja, kata yang terkait dengan hadits lain seperti contohnya:

Syahadat: (Meyakinkan), maksud dari meyakinkan ini adalah mengucapkan dua kalimah syahadat, meyakini bahwa tiada tuhan yang wajib disembah kecuali Allah dan sesungguhnya Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.

Mengucapkan syahadat ini tidak bisa hanya dengan lisan yang terucap saja, dalam hal ini kita harus benar benar meyakini ucapan kita dari hati juga, tidak bisa hanya dengan ucapan saja, apalagi ucapan yang penuh dengan keraguan dan hati yang tidak yakin.

Mendirikan Shalat dan menunaikan zakat: dalam hadits ini menyatakan bahwa orang yang tidak shalat dan zakat harus diperangi hal ini tidak berlaku bagi rakyat jelata, maksud dari perkataan ini hanya ditunjukan kepada imam dan para pemimpin.

KESIMPULAN
Ke 3 Pembahasan di atas termasuk kepada rukun Islam, barang siapa yang mengerjakan ke 3 rukun islam yang dijelaskan di atas maka orang itu tidak keluar dari agama islam kecuali jika ada hukum-hukum islam yang dilanggar seperti memateni orang dan yang lainnya.

Nah itulah pembahasan tentang hadits arbain ke 8 yang menjelaskan tentang memerangi manusia yang tidak shalat dan zakat, silahkan bagikan kepada teman kerabat dan yang lainnya jika menurut kalian hadits ini bermanfaat, jangan lupa subcribe juga ya blog ini untuk mendapatkan updatean terbaru dari kami, akhir kata saya ucapkan wasalam.

Dikirim pada 19 Juni 2019 di Muslim


Assalamulaikum penjelasan kali ini masih meliputi tentang hadits arbain, pada kesempatan kali ini kita sudah masuk kepada pembahasan hadits arbain yang ke 7 yang mana hadits ini menjelaskan tentang Agama adalah nasihat, pada dasarnya kita sebagai orang islam dan orang yang takluput dari perbuatan dosa dan sering kali salah arah tentu saja akan sangat membutuhkan nasihat, nasihat yang telah di abadikan oleh Allah melalui Al-Quran dan nasihat yang dikemukakan oleh Rasulullah saw itu adalah nasihat yang sangat penting sekali tentunya, nah bagai mana kita dapat mengetahui nasihat-nasihat tersebut, jawabannya belajarlah Al-Quran dan hadits.

Jalankan semua perintahnya dan jauhi segala larangannya, itu sudah sangat jelas sekali, banyak ayat-ayat dan hadits yang menjelaskan tentang itu dal bisa dijadikan sebagai nasihat tentunya, jika memang kita tidak bisa mengartikan bahasa arab dalam Al-Quran datanglah ke para Ustadz yang bisa mengartikannya dan belajarlah lebih banyak lagi, janganlupa baca juga Hadits arbain ke 6 ya, hadits arbain ke 6 menjelaskan tentang bid`ah, untuk hadits arbain yang ke 7 berikut di bawah ini.

LATINNYA:
An abii ruqoyyata tamiimibni awsid daariyyi rodhiyallahu anhu, annannabiyya SAW, Qoola: Laddiinunnashiihatu. Qulnaa liman? Qoola lillahi walikitaabihii warosuulihii wali a immatil muslimiina wa`aamatihim. Rowaahu Muslim.

ARTINYA:
Diriwayatkan dari abi ruqoyah, Tamim bin Aus adzari Radiallahu Anhu, Sesungguhnya Rasulullah Saw telah bersabda: Agama itu nasihat. Pada saat itu kami semua bertanya: Untuk siapa? Jawab Rasulullah: Bagi Allah dan kitab-kitabnya Allah dan Rasulnya Allah dan kepada imam-imam muslimin dan kepada orang awam umat islam pada umumnya. Yang meriwayatkan Hadits di atas yaitu imam Muslim.

Nasihat adalah hal yang sangat penting yang di ucapkan melalui ungkapan rasa kepedulian untuk mengajak seseorang yang sudah jauh melangkah kepada jalan yang salah, nasihat ini tentu bertujuan membawa kebaikan kepada orang yang yang dinasihati.

Menasihati orang lain bukan berarti kita jauh lebih baik daarinya, akan tetapi ini akan sangat berguna untuk saling mengingatkan bahwa dia sedang berada dalam arah yang salah, ini juga akan berguna untuk dirikita jika mungkin saja kita dimasa yang akan datang bisa terjerumus kejalan yang salah, tentunya dalam keadaan yang seperti itu kita akan membutuhkan sekali nasihat dari orang lain bukan, agar jalan yang kita tuju tidak berada pada jalan yang salah yang mungkin saja dapat merugikan orang lain.

Terlebih lagi tentang nasihat ini Rasulullah Saw telah menjadikan nasihat ini bagian dari agama, beliau adalah seorang rasul yang sangat berhati-hati dalam memberikan pengajaran ataupun nasihat-nasihat maka dari itu ketika beliau menyampaikan sesuatu, beliau selalu mengucapkan apa yang di sampaikan dari hal yang penting berlanjut kehal yang lebih penting, kemudian menyampaikan riciannya agar para shahabat dapat mengerti apa yang disampaikan dengan sangat jelas, dan apa yang sudah disampaikan oleh Rasulullah Saw telah ditulis dalam Hadits-Hadits termasuk hadits Arbain yang ke 7 ini.

KESIMPULAN
Kesimpulannya menasihati dan dinasihati itu adalah sebuah keterikantan dari manusia yang tidak bisa dilepaskan, karena itu kita sebagai manusia tidak bisa hidup seorang diri, maka dari itu salinglah menasihati satu sama lain, agar kehidupan kita bisa berada pada kehidupan yang lebih baik lagi sebagai seorang manusia dan sebagai seorang pembelajar dari Al-Quran, para nabi dan Rasul yang sudah Allah tunjuk dan turunkan kebumi sebagai penerang kehidupan, maka patutlah kita bersyukur atas semua itu.

Dari penjelasan tentang hadits Arbain ke 7 ini semoga teman-teman mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat, silahkan bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat dekat serta keluarga untuk saling mengingatkan dan membaca dari pentingnya sebuah nasihat, jangan lupa Subscribe juga blog ini untuk mendapatkan update terbaru yang kami tuliskan.

Mungkin hanya sampai disini yang dapat kami jelaskan tentang hadits Arbain ke 7 ini, nantikan update selanjutnya ya, Akhirkata saya ucapkan wasalam.

Dikirim pada 17 Juni 2019 di Muslim


Assalamualaikum, pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang hadits arbain ke 6, hadits arbain ke enam ini menerangkan tentang syubhat, pertama-tama biar kami jelaskan tentang syubhat terlebih dahulu, barang kali masih ada di antara teman teman yang tidak tahu dengan syubhat ini, Syubhat adalah kata atau istilah dalam agama islam yang menyatakan tentang sesuatu yang masih ragu-ragu (samar-samar) akan kehalalan ataupun ke haramannya, untuk masalah syubhat ini kita tidak lah boleh mengambil tindakan yang sembrono, misalnya contoh: jika memang ada makanan yang meragukan haram atau tidak karena tidak ada hukum yang menjelaskan tentang halal haramnya makanan itu, nah dengan adanya masalah ini seharusnya ada penelitian lebih lanjut oleh para pakar ulama, sehingga dapat mengambil tindakan dihalalkan ataukah diharamkannya makanan itu.

Jika memang sudah ada penelitian dari pakar ulama namun hasilnya masih samar-samar maka lebih baik hal itu kita jauhi, itu sesuai dengan yang dikatakan pada hadits arbain ke 6 ini, jika masih samar-samar maka jauhilah, dan ketahuilah barang siapa yang telah menjauhi perkara syubhat maka dia telah menyelamatkan agamanya, untuk lebih jelasnya silahkan baca haditsnya dibawah ini, janganlupa juga baca hadits arbain ke 5 ya, hadits arbain ke 5 menjelaskan tentang bid`ah.

LATINNYA:
An abii abdillaahinnu`maa nibni basyiirin rodhiallaahu `anhumaa Qoola sami`tu rosuulallaahi Salallaahu `alaihi wasalam, yaquulu: innal hallabainuw wa innal harooma bainuw wabainahumaa ummuu rummasytabihaatun laya`lamuhunna kasiirumminannaasi famanittaqosy syubuhaa tifaqodis tabro alidiinihii wa`ir dhihii wamawqo`a fisy syubuhaati waqo`afiil haroomi karroo`ii yar`a hawlalhimaa yuwsyiku anniyar ta`afiihi alawainnalikulli malikin himan lawainna himallaahi mahaari muhu ala wainnafil jasadi mudhghotan idzaa shola jat sholahal jasadukulluhu waindzaa fasadat fasadal jasadukulluhu alawahiyal qolbu.

ARTINYA:
Diriwayatkan dari abi abdillah anu’man bin basir Radiallahu anhuma, Anu’man berkata saya mendengar Rasulullah Saw Bersabda: sesungguhnya halal itu jelas dan haram itu jelas, dan diantara keduanya perkara-perkara yang subhat (Samar-samar), tidak diketahui oleh banyak orang, maka siapa orang yang menjauhi perkara subhat maka dia telah menyelamatkan agamanya dan kehormatannya, dan siapa yang berbuat subhat maka lama-lama dia akan melakukan perbuatan yang haram. Seperti seorang pengembala yang mengembala disekitar kebun yang tidak boleh dimasuki (Dilarang), maka lambat laun akan masuk ke kebun itu.
Ketahuliah sesungguhnya dari setiap raja ada larangannya , dan ketahuilah sesungguhnya larang Allah itu adalah hal-hal yang diharamkan.Dan ketahuilah sesungguhnya didalam jasad itu ada segumpal daging dimana baik daging itu maka baik seluruh jasadnya, dan dimana rusak daging itu maka rusak seluruh jasadnya, ketahuilah segumpal daging itu adalah hati. Yang meriwayatkan Hadits di atas adalah Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Nah itulah diatas penjelasan tentang hadits arbain ke 6 yang telah dsiriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Semoga penjelasan singkat ini dapat membantu teman-teman dalam mempelajari hadits arbain ini yang ditulis oleh imam nawawi.

Jika menurut teman teman artikel ini bermanfaat silahkan bagikan kekrabat dan kawan-kawan agar mereka bisa tahu jugha tentang hadits ini, hadits ini adalah hadits shahih, jangan lupa subscribe juga blog ini melalui kolom yang tersedia di bawah artikel ya, akhir kata saya ucapkan wasalam.


Dikirim pada 16 Juni 2019 di Muslim


Assalamualaikum wr wb, Untuk pembahasan kali ini kita sudah masuk ke hadits arbain yang ke 5, Hadits arbain yang ke 5 ini membahas tentang Bid`ah, untuk masalah bidah ini di indonesia sendiri sangat ramai dibicarakan, namun tak sedikit pula yang bisa menjelaskan tentang arti sesungguhnya bid`ah ini, banyak sekali orang yang tidak faham tentang urusan bid`ah ini, sehingga terjadi banyak sekali perdebatan diantara mereka.

Namun dalam artikel ini saya tidak akan masuk ke pembahasan perdebatan tentang bid`ah, untuk artikel ini saya hanya memfokuskan untuk penulisan tentang hadits arbain yang ke 5, untuk hadits nya berikut di bawah ini.

Diriwayatkan Dari Ibunya semua orang yang beriman yaitu Ummi abdillah Aisyah Semoga meridhoi Allah kepada siti Aisyah, Aisyah berkata: Rasulullah Saw bersabada: Siapa orang yang mengada-ngada dalam agama kita (Agama Islam), Suatu perkara yang tidak ada dalam Agama, maka perkara itu ditolak.

Yang meriwaytkan Hadits Di atas Yaitu imam Bukhari dan Imam Muslim, dan dalam riwayat muslim yang lain: Siapa orang yang berbuat suatu perbuatan yang tidak ada dalam agama kita (Islam) maka perbuatan itu ditolak.

Nah itulah Hadits Arbain yang ke 5 tentang bid`ah, jika teman-teman ingin mempelajari tentang bid`ah nanti akan saya tuliskan artikelnya di halaman yang lain, karena akan sangat banyak sekali pembahasannya, jika menurut teman-teman artikel ini bermanfaat silahkan bagikan ke medsos dan yang lainnya, bagikan juga ke teman, krabat dekat agar mereka tahu tentang hadits arbain ini.

Untuk pembahasan kali ini saya cukupkan sampai disini, Jangan lupa subscribe blog ini untuk mendapatkan pemberitahuan terbaru dari kami, Akhir kata saya ucapkan wasalam.

Dikirim pada 15 Juni 2019 di Muslim


Assalamualaikum, masih dengan kami dalam pembahasan hadits Arbain, untuk pembahasan kali ini kita sudah masuk kepada hadits arbain yang ke empat, dimana isi kandungan dari hadits arbain ini adalah proses penciptaannya manusia dan takdir Allah yang sudah di tetapkan saat ruh ditiupkan oleh malaikat pada rahim seorang ibu pada saat berumur kurang lebih empat bulan, jangan lupa juga baca hadits arbain ke 3 ya, hadits arbain ke 3 membahas tentang rukun islam.

Hadits ini diriwayatkan dari Imam Bukhari Dan Imam Muslim, Tokoh-tokoh periwayat hadits yang sangat terkenal di dunia, Jika di anatara teman teman ada yang belum tahu bagai mana penciptaan atau proses diciptakannya manusia di rahim seorang ibu, maka sangat cocok sekali untuk membaca pembahasan dari hadits arbain ke 4 ini, untuk lebih jelasnya silahkan baca selengkapnya dibawah ini.

ARTINYA:
Diriwayatkan dari Abdurahman abdulah bin mas`ud Radiallahu Anhu, Abdullah bin mas`ud berkata: Rasulullah Saw bercerita kepada saya Rasul itu orang yang jujur dan orang yang terpercaya, sesunggunya setiap diantara kalian dikumpulkan penciptaannya dalam setetes air mani dalam perut ibunya selama 40 hari, kemudian air mani itu berubah menjadi darah kental selama 40 hari, kemudian menjadi segumpal daging selama 40 hari, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya, dan diperintahkan malaikat dengan membawa 4 kalimat perkara yang telah ditetapkan: menetapkan rizkinya dan ajalnya dan amalnya dan celakanya atau bahagianya.

Demi Allah yang tidak ada lagi tuhan selain Allah, sesungguhnya salah satu dari kalian yakin berbuat dengan perbuatan ahli syurga, sehingga jarak diantara dirinya dan syurga itu berjarak satu sikut lagi, akan tetapi Allah telah menetapkan baginya ketentuan, Maka berbuat dia itu dengan perbuatan ahli neraka, maka masuklah dia kedalam neraka.

Dan sesungguhnya diantara kalian yakin ada yang berbuat dengan perbuatan ahli neraka, sehingga jarak diantara dirinya dan neraka tinggal satu sikut, akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan yang telah dituliskan, maka berbuat dia dengan perbuatan ahli syurga, maka masuk dia kedalam syurga. Yang meriwayatkan hadits itu Imam bukhari dan imam Muslim.

Nah itulah Hadits arbain ke 4 yang menjelaskan tentang proses penciptaannya manusia dan takdir allah yang sudah ditetapkan, adapun beberapa pelajaran yang didapat dari hadits ini diantara lain adalah:

Allah subhanahuwata`ala telah mengetahui takdir apa yang akan di alami oleh makhluknya, bahkan sebelum mereka diciptakan atau terlahir, termasuk dengan Kebahagiaan, kecelakaan, kejadian-kejadian dan lain-lain, Semuanya sudah tertulis dalam lauhul mahfuz, Lauhul mahfudz adalah tempat dimana segala rahasia yang ada dilangit dan di bumi tersimpan, termasuk dengan takdir manusia.
Kita dapat mengetahui bagai mana proses penciptaannya manusia yang bermulai dari setetes air mani, kemudian menggumpal menjadi segumpal darah, dan kemudian berubah menjadi segumpal daging, kemudian disaat berumur kurang lebih empat bulan dalam kandungan, maka ditiupkanlah ruh kepada janin itu, dan berangsur angsur tumbuh menjadi bayi selama 9 bulan lamanya, kemudian dilahirkan ke dunia lewat rahim seorang ibu.

Mungkin hanya itu yang dapat saya jelaskan pada pembahasan hadits Arbain ke 4 ini, semoga menjadi sumber pengetahuan bagi teman-teman terhadap hadits ini, baca juga hadits arbain yang lainnya di bawah ya, hadits arbain ini terdapat 40 hadits shahih yang sudah dituliskan oleh Imam Nawawi.

Bagikan artikel ini kepada teman, kerabat, keluarga jika menurut kalian bermanfaat, jangan lupa subscribe juga blog ini untuk mendapatkan update artikel terbaru tentang apa yang dibahas, jika dalam pembahasan masih ada yang tidak dimengerti silahkan untuk ditanyakan kepada kami melalui contact yang sudah disediakan di menu contact, akhirkata saya ucapkan wasalam.

Dikirim pada 13 Juni 2019 di Muslim


Assalamualaikum pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang hadits Arbain yang ke 3, hadits arbain yang ke 3 ini menjelaskan tentang rukun Islam, oh ia tak lupa baca juga postingan kami yang sebelumnya ya, postingan sebelumnya membahas tentang hadits arbain yang ke 2, dimana hadits arbain yang ke 2 ini menerangkan tentang Islam, Iman dan ihsan, insya Allah dapat bermanfaat terutama bagi yang belum tahu apa itu Islam, Iman dan Ihsan.

Untuk teman-teman, sudahkan kalian tahu bagai mana islam didirikan?, islam itu didirikan dengan lima perkara, Nah untuk lebih jelasnya tentang yang dimaksud dengan lima perkara tersebut berikut keterangannya terkandung dalam Hadits Arbain ke 3 karangan imam Nawawiah yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bin Khatab Radhiallahu Anhuma.

HADITS ARBAIN KE 3

ARTINYA:
Diriwayatkan dari abdurahman Yaitu Abdulah Bin Umar bin Khatab Radhiallahu Anhuma, Semoga Allah meridhoi keduanya, Umar Bin Khatab Berkata: Saya mendengar dari Rasulullah Saw, Rasulullah bersabda: Islam itu didirikan dengan lima tiang:

Bersaksi (Menyakini) Sesungguhnya tiada tuhan yang wajib disembah selain Allah dan sesungguhnya muhammad itu utusan Allah.
Mendirikan Sholat
Memberikan zakat
Naik haji ke baitullah dan
Puasa Bulan Ramadhan

Yang meriwayatkan hadits di atas yaitu imam bukhari dan imam muslim.

Nah itulah tentang penjelasan dari Hadits Arbain ke 3 yang diriwayatkan oleh Abdurahman, semoga dengan membaca hadits ini kita dapat memperkuat tiangnya agama yang sudah lama berdiri kokoh ini, dengan mempraktekan dari kelima pembahasan di atas, seperti yang di sebutkan di atas yang pertama dengan membaca dua kalimah syahadat, yang kedua mendirikan sholat lima waktu Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya, Dan subuh, Ketiga mengeluarkan zakat, keluarkanlah zakat kita dan berikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya karena harta yang kita peroleh seluruhnya bukanlah milik kita, sebagian kecilnya itu adalah milik orang-orang yang berhak, ke Empat Menunaikan ibadah haji ke baitullah, (Jika Mampu), Ke lima menjalankan puasa di bulan ramadhan, tak terasa sebentarlagi kita akan bertemu kembali dengan bulan ramadhan yang penuh dengan keberkahan, mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan.

Kepada teman-teman silahkan bagikan artikel ini kepada sahabat terdekat jika memang bermanfaat, jangan lupa subscribe juga blog ini untuk menerima pemberitahuan terbaru dari kami tentang apa yang dibahas, postingan ini saya akhiri sampai disini akhir kata saya ucapkan wasalam.

Dikirim pada 11 Juni 2019 di Muslim


Assalamualaikum salam saya ucapkan kepada pengunjung kajianmuslim.net - Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya yang mana di artikel sebelumnya saya membahas tentang hadits arbain ke 1 yang menerangkan tentang Inna amalu bin niyat, nah untuk artikel ini saya membahas tentang hadits arbain ke 2, dari hadits arbain ke 2 ini didalamnya menjelaskan tentang Islam Iman dan Ihsan.

Namun menurut saya ada yang seru dari penjelasan hadits ini, dimana Rasulullah saw sedang mengajarkan agama islam kepada para shahabat tiba-tiba muncul malaikat jibril dan bertanya kepada Rasulullah, maksud dari malaikat jibril ini adalah untuk memberi pelajaran kepada para shahabat secara tidak langsung melalui pertanyaan malaikat jibril yang ditanyakan kepada Rasulullah saw, Nah untuk lebih jelasnya silahkan simak haditsnya dibawah ini.

Diriwayatkan dari sayyidina umar RA, Sayyidina Umar berkata: Dalam suatu waktu kami semua pada duduk dekat Rasulullah Saw, dalam suatu hari tiba-tiba datang kepada kami semua seorang laki-laki yang warna bajunya sangat putih, dan warna rambutnya sangat hitam, laki-lki itu tiba-tiba ada tidak diketahui datangnya dari arah mana, dan dari kami semua tidak ada yang mengenalnya, sehingga di duduk dekat Nabi Saw, terus laki-laki itu menyandarkan dua lututnya kepada dua lututnya Kanjeng Nabi Saw, dan lakilaki itu meletakan kedua telapak tangannya kepada kedua paha Rasulullah Saw, terus laki-laki itu berata: Hei muhammad! Coba terangkan tentang islam kepadaku? Jawab Rasulullah Saw: Islam itu yaitu meyakini sesungguhnya tidak ada tuhan yang wajib di sembah kecali Allah, Dan sesungguhnya Muhammad Itu utusan Allah, dan menjalankan sholat, dan memberikan zakat, dan puasa bulan ramadhan, dan Naik Haji ke baitullah kalau mampu dijalannya.
Laki-laki itu berkata: Benar kamu Muhammad.

Kami semua merasa kaget kepada laki-laki itu, dia yang bertanya kepada Rasulullah tetapi dia juga membenarkan.

Kemudian laki-laki itu bertanya lagi: Coba terangkan kepadaku tentang iman? Rasulullah Saw Menjawab: Iman itu yaitu harus beriman kepada Allah dan para malaikatnya Alah dan kitab-kitab nya Allah dan utusan-utusannya Allah dan kepada hari Akhir, dan harus beriman kamu kepada takdir Allah maupun itu bagus ataupun buruk.

Laki-laki itu berkata: Benar kamu Muhammad.

Kemudian laki-laki itu bertanya lagi: Coba terangkan tentang ihsan, Rasulullah Saw Menjawab: Ihsan yaitu ibadah kepada Allah ta’ala seperti kamu melihat Allah, Kalau kamu tidak bisa melihat Allah maka Allah melihat kepadamu.

Kemudian laki-laki itu bertanya lagi: Coba terangkan kepadaku tentang hari kiamah, Rasulullah menjawab: Yang bertanya itu lebih tahu tentang hari kiamah daripada yang ditanya.
Kalau begitu coba terangkan kepadaku tentang tanda-tandanya hari kiamah. Rasulullah Saw menjawab: tanda-tandanya hari kiamah itu yaitu sudah dilahirkan majikan dari pembantunya.

KETERANGAN: Tentang majikan dan pembantunya: Maksudnya adalah dimana suatu jaman sudah memperlihatkan kejadian dimana seorang ibu yang pekerjaan nya seperti pembantu kepada anaknya, anaknya ini suka menyuruh ibunya untuk ini dan itu, Seperti contohnya: mencucikan baju, menanak nasi dan sebagainya, Nah jaman yang dimaksudkan oleh perkataan Rasulullah Saw itu sudah terjadi dijaman sekarang ini tepatnya tahun 2019, kejadian ini sudah termasuk tanda-tanda hari kiamah, wallahualam.

Dan sudah melihat kamu kepada orang-orang yang tidak pakai sandal dan tidak memakai baju dalam keadaan pakir, dan suka menggembalakan kambing-kambing, tiba-tiba berlomba-lomba membangun gedung-gedung yang tinggi. Setelah itu Terus laki-laki itu pergi dan aku terdiam dengan waktu yang lama, terus laki-laki itu bersabda: hei umar! Kamu tahu tidak siapa yang bertanya tadi? Kata saya (Umar) Allah dan rasulnya yang lebih tahu. Rasulullah Saw berkata: Sesungguhnya laki-laki itu adalah malaikat jibril, Jibril Telah datang kepada kamu semua untuk membimbing kalian tentang agama kalian. (Yang meriwayatkan Hadits Di atas adalah Imam Muslim)

Nah di atas adalah penjelasan tentang hadits arbain bagian dua tentang islam Iman Dan Ihsan, jika teman-teman masih bingung silahkan untuk bertanya melalui kolom komentar atau bisa juga dengan mengkontak kami melalui menu contac paling bawah, Subscribe juga blog ini untuk mendapatkan update artikel terbaru ya, Share kepada teman saudara atupun kerabat jika memang artikel ini bermanfaat.

Dikirim pada 10 Juni 2019 di Muslim


Assalamualaikum kepada pengunjung kajianmuslim - Pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan hadits Arbain yang ditulis oleh imam nawawi (Kitab Arbain An Nawawiyah), hadits dari kitab Arbain ini seluruhnya terdapat 40 hadits, namun saya tidak menjelaskan semua hadits nya dalam satu halaman, untuk hadits arbain ini kami akan menerangkannya per satu halaman, jadi setiap satu halaman satu hadits yang dituliskan.

Tahukah kalian bahwa jika kita bisa menghafal hadits sebanyak 40 hadits nanti di hari akhir kita akan dibangkitkan dan digolongkan dengan ahli-ahli fiqh dan para ulama lo, jadi mulai sekarang hafallah 40 hadits, untuk hadits nya bebas tidak ditentukan hadits mana yang harus dihafal, namun untuk lebih afdol maka hafalah hadits-hadits yang shahih.

Adapun hadits tentang yang saya bahas di atas tentu saja ada sumbernya, menghafal 40 hadits ini saya kutip dari kitab An Nawawiyah berikut keterangannya dibawah ini.

ARTINYA: Sesungguhnya rasulullah saw telh bersabda Barang Siapa orang yang menghafal 40 hadits dari golongan umatku dari perkara agamanya maka Allah akan membangkitkian dia dari kuburnya nanti di hari kiamahdisatukan dengan golongan ahli-ahli Fiqh dan para ulama.

Nah diatas adalah keterangan tentang menghafal 40 hadits, untuk hadits Arbain yang pertama kita akan membahasnya dibawah ini.

ARTINYA:
Diriwayatkan dari amiril muminin abi hapsin umar bin khatab RA, Umar berkata saya sudah mendengar dari Rasulullah Saw beliau bersabda: Sesungguhnya semua amal itu bagai mana niatnya, Dan sesungguhnya setiap orang hanya mendapatkan apa niat yang dia maksudkan, Maka siapa orang yang hijrahnya kepada Allah dan Rasulnya maka dia akan hijrah kepada Allah dan Rasulnya, Dan siapa orang yang hijrahnya kepada dunia maka dia akan mendapatkan dunia, atau hijrahnya kepada perempuan maka orang itu akan menikah dengan perempuan, maka hijrahnya orang itu kepada apa yang dia tuju.

Sudah menceritakan kepada hadits di atas dua orang imam muhaditsin yaitu abu abdillah muhammad bin ismail bin ibrohim bin mugiroh bin bardizbah Albukhariyu orang dari kota bikhari, dan abu husain muslim bin hajaj bin muslim al khusairiyu annasaburiyu dengan kitab shahih bukhari dan kitab shoheh muslim.

Kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim itu adalah kitab yang paling Shahih dari semua kitab.

Nah hadits di atas adalah keterangan dari hadits arbain ke 1 inna amalu binnyiat yang ditulis oleh An Nawawiyah, jadi dengan apa yang sudah dijelaskan jikalau kita beramal itu tergantung dengan niat kita Inna Amalu Binnat (Sesungguhnya amal itu tergantung dari niat).

Untuk penulisan hatis pertama saya cukupkan sampai disini, nantikan update hadits arbain selanjutnya ya, atau dengan cara gampangnya teman teman bisa meng Subscribe blog ini untuk mendapatkan pemberitahuan terbaru dari kami, silahkan share juga artikel ini jika memang bermanfaat, jika masih bingung silahkan untuk bertanya kepada kami, kontak kami ada di menu contact paling bawah, akhirkata saya ucapkan wasalam.

Dikirim pada 04 Juni 2019 di Muslim


WAKTU MENYEMBELIH KURBAN
Assalamualaikum kajianmuslim - Kali ini kami akan menjelaskan waktu pada saat menyembelih kurban pada saat hari raya, pembahasan ini akan berguna untuk teman teman yang menjadi anggota DKM masjid atau pengurus masjid, karena biasa mereka ini akan disibukan dengan hewan kurban pada saat hari raya tiba, jika di daerahnya ada yang mengeluarkan hewan kurban tentunya.

Menyembelih hewan kurban tentu tidak sembarangan main potong saja, ada di mana waktu yang sudah ditentukan, waktu untuk menyembelih kurban yaitu mulai dari matahari setinggi tombak pada hari raya haji, sampai terbenamnya matahari di ujung barat pada tanggal tigabelas bulan haji, ini semua adalah ketentuan yang sudah Rasulullah sampaikan, Rasulullah Saw bersabda:

ARTINYA:
Barang siapa menyembelihkurban sebelum shalat hari raya haji, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang menyembelih kurban sesudah shalat hari raya dan dua khotbahnya, sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya, dan ia telah menjalani aturan islam.

Jika ada orang yang menyembelih hewan kurban sebelum waktu shalat pada hari raya haji, maka dia ditak menjalankan aturan islam, dan yang dimaksud dengan shalat hari raya dalam hadits ialah waktunya, karena mengerjakan sholat tidaklah menjadi syarat untuk menyembelih hewan kurban, jadi bukan shalatnya, tetapi waktunya, ini semua juga sama seperti apa yang telah Rasululah sampaikan, Rasulullah Saw Bersabda:

ARTINYA: Sesungguhnya hari tasyriq tanggal 11 sampai tanggal 13 haji adalah waktu menyembelih kurban.

Itulah pembahasan tentang waktu menyembelih kurban sesuai dengan hadits yang diperintahkan, semoga artikel ini dapat bermanfaat buat teman-teman, untuk pembahasan ini saya akhiri sampai disini, akhirkata saya ucapkan wasalam.

Dikirim pada 31 Mei 2019 di Muslim


Assalamualaikum pengunjung kajianmuslim - Pada kesempatan ini kami mau membagikan kisah dari sayidina umar, tentang perjalannannya menuju kota syam, ada kejadian menarik pada kisah ini dan secara tidak langsung memberikan pelajaran kepada kita, nah berikut ini adalah kisah dari perjalanan sayyidina umar.

Ini riwayat dari khois bin hajim, disuatu hari sayyidina umar radhiallahu anhu berangkat ke negri syam sambil menunggangi unta, saling bergantian dengan pembantunya, pada saat sudah dekat ke negri syam, kebetulan yang mengganti menunggangi unta itu adalah pembantunya, pembantunya menunggangi unta dan sayyidina umar Radhiallahu Anhu memegang kendalinyah, dan kebetulan waktu itu ada banjir air yang meluap kejalan, tiba-tiba datang abu ubaidah bin jaroh, yaitu gubernur di negeri syam, dia itu salah satu dari sahabat yang sepuluh yang tercatat sebagai ahli surga, kata gubernur kepada sayidina Umar Radhiallahu Aanhu: Hei amirul muminin! Sesungguhnya para petinggi negri syam pada keluar, mau menyambut kedatangan engkau.

Sepertinya tidak pantas kalo mereka melihat engkau dengan keadaan seperti ini. Kata sayyidina Umar Radhiallahu Anhu: cukup allah yang memberikan kehormatan bagiku. Dengan islam aku tidak peduli dengan omongan orang-orang kepadaku.

Itulah kisah dari sayyidina umar tentang perjalanan nya menju kota syam bersama pembantunya, tentunya banyak hal yang bisa kita ambil dari kisah ini, salahsatunya mungkin mampukah kita jika kita sudah berada pada posisi sepuluh besar, menjadi petinggi yang penting melakuakan apa yang seperti umar Radhiallahu anhu lakukan? sungguh prilaku yang patut dicontoh sebagai pemimpin.

Untuk kita yang hidup dizaman sekarang sangat susah menemukan orang yang prilakunya seperti umar ini, mungkin hanya itu yang dapat saya bagikan pada kesempatan kali ini, akhirkata saya ucapkan wasalam.

Dikirim pada 29 Mei 2019 di Muslim
Awal « 1 2 3 4 » Akhir
Profile

“ Haji/Hajjah adeliasumini ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
BlogRoll
Kajian Muslim
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 25.301 kali


connect with ABATASA